Vasektomi? hak suami atau istri?

Posted on

Saya suka menonton acara talk show seperti ini karena saya bisa belajar banyak dari pandangan dan pengalaman orang lain. Belajar adalah hal yang paling kusukai terutama ilmu yang akan berguna untuk hidup. Hari ini saya belajar soal sedikit tentang sciencenya vasektomi.

SS小燕之夜:于美人想對大老婆說的話(3/4) 20100910

[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=mt1AVvrpfDA]

Teman tamu hari ini sebut saja si A, book suaminya ke dokter untuk divasektomi. Ruang operasi, dokter, hari dan jam semua sudah diputuskan oleh sang istri. Si A juga menyebut kalau suaminya hanya ‘artis tambahan’ saat operasi, sehingga cukup hadir saja. Saat operasi, tidak hanya sang istri minta suaminya divasektomi tetapi dia juga minta dokter untuk memotong sangat pendek soalnya dengan begitu, dia tidak bisa operasi penyambungan kembali. (Ya benar, walaupun sudah vasektomi bisa juga operasi penyambungan kembali).

Saat mendengar cerita di atas, saya sangat kaget dan prihatin dengan si suami. Jika saya berada di posisi sang suami, tentu saja saya ingin membuat keputusan tentang badanku sendiri tetapi benar sih soal keturunan itu keputusan dua pasangan tetapi apakah kemudian menjadi hak dan kewajiban si istri untuk membuat keputusan anatomi suaminya?

Saya tidak merasa kalau saya bisa membuat keputusan begitu besar untuk suamiku karena saya tidak mau bertanggung jawab jika ada masalah. Lagipula gimana kalau suatu hari suami saya menyesal ternyata anak-anakku tidak baik dan nakal atau berpisah dan menikah dengan yang lain? Bolehkah istri membuat keputusan begitu besar untuk suaminya hanya demi mengikatnya? kalau ya, apakah istri-istri di dunia ini bersiap untuk bertanggung jawab jika terjadi kecacatan tubuh? (Persentase sangat rendah tetapi tidak ada yang tidak mungkin, mungkin saja saat operasi, dokter terlalu ngantuk dan operasi di bagian yang salah ataupun pesawat tiba2 nabrak ruang operasi).

Jika sang istri tidak bersedia seperti diriku, berhentilah drama yang akan mencoba membunuh suamimu. Kalau tidak ada rasa percaya, pasang saja camera di depan suamimu 24 jam. Mungkin lebih baik daripada menyakiti suami.

Ingat membunuh perlahan-lahan lebih kejam daripada langsung tancap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *