Tag Archives: hidup guru

Hidup seorang guru

Menjadi guru itu susah sekali apalagi di jaman sekarang di mana anak-anak sangat mengenal hak mereka tetapi belum tentu tanggung jawab mereka.  Sudah enam tahun saya mengajar di Aussie dan sering juga saya mengajar di luar bidang saya yaitu Linguistics, saya pernah mengajar PPKN, sejarah, IPS, Bahasa Inggris, Indonesia, Jepang dan Mandarin. Tahun ini lebih seru, karena saya juga mengajar olahraga. Mengapa begitu? karena sekolah itu sebenarnya pelit dan mereka lebih suka memakai staff sendiri daripada  cari staff baru untuk mengantikan staff yang berhenti atau libur panjang, akhirnya semua guru hampir mengajar di luar bidangnya juga.

Kelebihan mengajar di luar bidang sendiri itu ada, saat ini saya mengajar ppkn, bahasa indonesia, jepang dan juga olahraga. Saat PPKN, kami lebih sering berdiskusi sehingga jarang ada murid yang bertanya kenapa kita harus belajar bahasa asing. Saat olahraga, kamu mengenal muridmu di luar kelas dan sering kali mereka sangat berbeda terutama murid yang nakal. Saya rasa ini juga sebuah role model yang baik untuk murid karena mereka  tau kalau saya itu tidak takut untuk mencoba sehingga saat saya suruh kerjakan sesuatu, mereka akan mencoba juga. (atau takut karena kegalakan diriku?)

Kekurangannya, jam persiapan berkurang, karena bingung sekaligus mau siapin yang mau dahulu, ada 4 mata pelajaran sekali matilah dalam sehari. Untungnya saat ini paling banyak cuma tiga. Marking banyak dan sering kali sampai sakit hati karena kok numpuk trus. Saat bangun bingung kalau hari ini mengajar apa dan di mana.

Saya selalu berpikir kalau menjadi guru olahraga itu paling gampang deh dibanding guru-guru lain. Cuma ternyata kehidupan mereka penuh perjuangan juga, harus mengajar di bawah terik matahari dan dinginnya hujan ataupun musim dingin.

siswa-siswi pada berteriak “saya mau mati kepanasan”, “malas ah, panas sekali”, “saya bisa sakit kalau bermain di bawah matahari” padahal siangnya mereka duduk di bawah terik matahari dan berjemur.

atau saat dingin, “saya dingin dan tidak boleh berolahraga nanti sakit” (tidak mengerti), ” boleh tidak kita duduk saja di ruangan, dingin nih”, “malas ah gerakin badan” (selalu)

juga mereka harus selalu ditantangin oleh siswanya yang tidak suka bergerak, karena alasan takut keringatan, takut jatuh, takut terluka dan lain-lain.

Intinya guru itu hidupnya susah tidak peduli kamu guru apapun karena kehidupan guru selalu dikelilingi murid dan mereka yang mendiktaksi kehidupanmu.