Sial! sial! sial sekali

Posted on

Ceritanya saya diajak teman saya makan di sebuah pantai yang jaraknya sekitar satu jam dari tempat tinggal. Walaupun di daerah Aussie banyak pantai dan saya tidak mengerti dari begitu banyak restoran yang dia memilih itu, mungkin itulah takdir kalau kami akan terjadi kesialan yang beruntun.

Awalnya teman saya mengatakan kalau ingin merayakan hari raya Imlek bersama dan masing-masing diharapkan untuk membawa pasangannya. Jadi saya dan suami saya pun sudah dandan dan mengendarai mobil ke sana. Sebelumnya kami emang sempat berjalan-jalan ke tempat jual perabot rumah yang terkenal IKEA dan juga menunggu dua jam sebelum makan malam dengan keliling mall perabot tersebut. Mungkin karena malas bolak balik akhirnya saya pun berdandan di mobil.

Sampai di sana,  saya diberitahu kalau teman saya sama sekali tidak membuat booking untuk malam sabtu itu. Saya sangat bingung dan terkejut akhirnya memutuskan untuk menghubungi teman saya dan ternyata booking malam itu bukan malam sabtu tetapi malam minggu. Memalukan sekali! dijadiin bahan tertawaan ah.

Ya udah, teman saya sempat bertanya kalau saya masih mau kembali besoknya cuma kalau dah janjian ya tidak enak tidak jadinya. Jadi besoknya saya dan suami kembali berdandan untuk hari itu, saya dan dia juga memutuskan tidak memakai pakaian merah, padahal mungkin akan membuat kami beruntung sedikit.

Sampai di sana, teman saya telat dan di belakang kami duduk dua meja yang paling ribut. Perlu disebut kalau di dalam restoran itu emang banyak acara permainan, karaoke dan makanan untuk kami yang merayakan tahun Naga ini. Saking ributnya pacar teman saya mulai merasa tidak nyaman lagi dan buntutnya dia minta untuk menunggu di mobil saja karena teriakan meja belakang dan nyanyian yang sungguh susah didengerin itu. Kepergian dia tentu membuat teman saya menjadi murung dan kami menjadi serba salah, belum lagi beberapa saat kemudian, dia sms ke teman saya dan minta kalau kami bisa mengantarin cewenya karena dia ingin pulang saja.

Situasi seperti itu membuat kami setuju. Teman saya mulai minum sampai mabuk dan mulai jalan tidak lurus dan bertindak aneh dan seperti anak kecil. Ya udah sebelum habis semua menu kami pulang saja, saat berjalan ke mobil dan suami saja mengatakan kalau kunci mobil kami patah dan ternyata setelah kami coba bisa nyala juga mesinnya, karena minyak sudah sedikit, kami memutuskan mengisinya.

Siapa yang sangka kali ini mesin kami menolak lagi untuk menyala walaupun kami dah coba berkali-kali dan ada juga membantu untuk mengetest kalau batere mobil yang bermasalah. Karena tetap tidak menyala, saya segera menghubungi RACV (Penyelamat segala masalah mobil) untuk ke tempat kami, kami menunggu satu jam.

Stress karena panas di mobil dan luar, teman yang teriak dan nangis karena mabuk dan juga mobil yang tidak menyala membuat kami makin down. Sejam kemudian RACV datang dan sesudah beberapa menit testing dia bilang rusak bagian petrol pump. Saya tentu sangat tidak senang karena berarti pengeluaran akan bertambah lagi dan dia akhirnya memanggilkan kami sebuah tow car untuk menarik mobil ke rumah. Sambil menunggu kami memutuskan kalau teman saya harus pulang dahulu dan kami tidak bisa mengatarinya, dia akhirnya menghubungi pacarnya dan pacarnya menolak untuk menjemputnya dengan berkata “Maaf, tetapi saya tidak bisa berbuat apapun”.

Tidak ada pilihan teman saya memesan taksi dan taksinya bukan jemput di tempat kami itu tetapi malah ke rumah yang jaraknya hampir 40 menit dari kami. Bagaimana kami bisa tau? karena cowonya telp marahin temanku kalau taksinya salah tujuan. Akhirnya setelah 20 menit menunggu temanku pulang dengan taksi. Saya dan suami hanya bisa duduk di mobil sambil bengong terutama kami tidak bisa keluar karena banyak orang yang mabuk berjalan lewat. Sejam kami menunggu akhirnya mobil townya datang dan kami diantarin pulang dengan truknya yang gede.

Saya bukan tipe suka dan kuat begadang tetapi malam itu saya baru sampai di rumah jam tiga pagi. Lelah dan kesal belum lagi temanku dah sms dan facebook saya kalau dia menangis.

Tau tidak apa yang terjadi dengan mobilku? mobilnya ternyata tidak menyala karena kunciku patah, setelah mencoba dengan kunci spare, dia mulai lagi beraksi.

Seharusnya saya sudah diberitahu dengan tanda-tanda kalau malam minggu bukanlah malamku buktinya saya sampai sehari sebelum pesta.

SIGH

2 thoughts on “Sial! sial! sial sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *