Renungan kereta api

Posted on

tadi menerima sebuah email dari teman lama, isi emailnya sangat berarti. Isinya tentang dunia dan kebenaran. (di email ada gambar tapi lagi malas upload so cerita aja deh)

Ceritanya bermula dari sekelompak anak2 lagi bermain di  dekat lintasan-lintasan kereta api. Trus 3 dari empat anak itu bermain di lintasan baru dimana lintasan itu masih dipakai. ada satu lagi bermain di lintasan kereta api lama yang tidak terpakai lagi.

Trus kereta api datang dengan kecepatan tinggi, kalau kamu adalah supir kereta apinya. lintasan mana yang akan kamu pilih? apapun yang kamu pilih pasti ada yang terluka. ini sebuah dilema yang akan kamu hadapin trus kamu akan bertindak bagaimana?

kebanyakan dari kita akan memilih lintasan lama karena kita semua mungkin berpikir kalo lintasan itu cuma seorang anak sedangkan yang satu lagi ada tiga orang anak.

Tetapi pikiran itu apakah benar? anak yang bermain di lintasan lama tetapi membuat keputusan yang bener karena die bermain di tempat yang aman sedangkan tiga orang temannya tidak mengikuti aturan, trus mengapa kita menghukumanak yang bertindak benar?

kedua, ketiga orang anak itu pasti tao mereka bermain di lintasan yang baru dan mereka lebih siaga kalo ada kereta datang, reaksi mereka untuk kabur pasti lebih cepat, jadi kemungkinan selamat itu ada. sedangkan anak yang satu lagi karena bermain di tempat yang die percaya aman, reaksi die akan lebih lambat dan tingkat kecelakaan lebih tinggi.

inilah masyarakat kita yang sekarang, kita tidak lagi menjunjung yang kebenaran tapi sering kali kita mengorbankan kebenaran. hal ini membuatku berpikir apakah kebenaran itu benar masih bisa diterapkan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *