Pemimpin wanita, bisakah?

Posted on

Saya kembali berkuliah S2 di jurusan Studies of Asia selama dua tahun. Banyak yang bertanya kenapa mau belajar tentang Asia harus sampai ke Australia, sepertinya lucu. Jawaban saya yaitu di Australia pendidikan tentang Asia merupakan sebuah project yang besar sekali dan karena semua pelajar di jurusan ini intinya mempromosikan Asia ke penduduk Australia lainnya supaya multiculturalism bisa tercapai.

Dalam studies ini juga saya kembali mempelajari pelajaran kesukaan saya yaitu sejarah.  Saya suka sekali dengan sejarah, bisa dikatakan terobsesi juga, kenapa? menurut saya sejarah sebelum modernisasi merupakan hal yang penting dan sangat menarik. Penting karena banyak yang bisa dipelajari dari pendidikan, teknik perang, cara membuat sesuatu dan lain-lain sehingga kita bisa menikmatinya pada jaman yang ini. Menarik karena bayangin saja pada jaman yang begitu sederhana, mereka bisa menciptakan sesuatu yang ajaib, seperti kertas, meriam dan jam. Saya yakin 100 kemudian, pasti teknologi yang kita nikmati hari ini akan menjadi peninggalan terbaik.

Jadi karena kembali mempelajari studies of Asia dan ditugaskan membuat makalah, saya terobsesi dengan raja wanita cina yang pertama yaitu raja Wu Zetian. Saya terobsesi dengan dia karena bukan karena dia wanita tetapi membuat saya berpikir bahwa  seorang pemimpin wanita itu jalannya susah. Wanita yang sukses butuh banyak pengorbanannya, bahkan lebih dari pria. Rasa hormat ke pria kadang itu otomatis tetapi dengan wanita sering kali lewat perjalanan. Trus apa yang bisa dibanggakan dari raja Wu ini? Apakah dia seorang ibu yang baik? TIDAK, tetapi dia adalah seorang pemimpin yang baik. Menjadi seorang pemimpin tidaklah merupakan hal yang mudah, apalagi kalau ingin menjadi seorang pemimpin yang bijak. Itu merupakan hal yang sangat sulit karena emang manusia itu ada emosi. Trus gimana seorang ibu yang begitu kejam bisa peduli dengan rakyatnya?

Untuk mendapatkan posisi ratu / raja, dia telah mengorbannya anak kandungnya sendiri, caranya? dia mencekik anak perempuannya yang baru berumur kurang dari sebulan sampai mati untuk menuduh ratu Wang (ratu saat itu dan posisinya hanya seperti selir saja). Dan karena rasa sayang raja kepadanya dan kepintarannya untuk berpura-pura. Ratu Wang akhirnya diturunkan dan dia berhasil mendapatkan posisi itu. Walaupun banyak tantangan dari menteri dan penasehat raja, dia telah membuktikan kalau kepintarannya telah melebihi mereka.

Trus orang yang begitu jahat dan licik kenapa bisa menjadi pemimpin yang baik? sejak dia menjadi selir raja, dia sudah mulai mengurusi soal negara. Raja tidak begitu suka membaca laporan negara, dan dia mulai terbiasa ada seorang istri yang bisa membantunya. Kepintarannya untuk membuat keputusan juga membuat raja mempercayai dia untuk mencari jalan keluar untuk masalah yang sedang mereka hadapi. Dia berpikir panjang untuk setiap langkah seperti bermain catur, dia harus tau langkah lawan dan berpikir melebih itu. Terbukti selama masa pimpinannya negara makmur, dia membuat peraturan untuk kenaikan gaji pegawai yang baik dan menghukum keluarga raja jauh lebih berat daripada rakyat biasa, dia menghargai menteri yang arif dan bijak dan juga menghukum pegawai yang korupsi dan merusak negara. Dia mengunjugi daerah pertanian untuk mendalami soal hasil tanam, dia menurunkan pajak untuk petani supaya mereka lebih rajin bertani untuk mencukupi kebutuhan semua rakyatnya. Dia menerima pegawai yang mampu tanpa peduli mereka pria atau wanita.

Jadi kenapa pemimpin seperti ini malah dibilang penjahat sepanjang masa? trus rajanya kenapa hampir tidak pernah disebut? Bukannya salah dia dari pertama suka wanita dan mau diperintah wanita. Tidak mengurus negara dan hanya melewati waktunya dengan berselingkuh dengan kakak istri sendiri dan juga keponakannya. Apakah negara akan lebih makmur bila dipimpin oleh raja seperti itu?

Sering kali kita dibutai oleh hal yang kita merasa penting sekali sampai kita lupa kalau gambaran besarnya. Seorang pemimpin itu harus bisa mengambil keputusan walaupun keputusan itu akan merugikan grup tertentu. Yang penting keputusan yang diambil akan berguna untuk majoritas orang. Tidak ada keputusan yang akan disetujui semua orang karena semua orang maunya berbeda. Jadi dia seorang wanita atau pria bukanlah masalah selama dia BISA.

Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak setuju dengan cara dia membunuh, menipu untuk mendapatkan posisinya tetapi saya tetap mengakui sebagai seorang raja yang baik. Ya, dia membunuh semua lawannya dan bahkan dia tidak segan untuk menyiksa tetapi ketentraman sebuah negara. Itu hal yang sangat penting, negara kalau sudah ribut, rakyat yang akan menderita. Dia mengerti hal itu tetapi banyak pemimpin yang tidak. Kadang kesel sekali berpikir bahwa seorang pemimpin wanita tidak dihargai sepatutnya dan bahkan dicap dengan segala brand, padahal kontribusi mereka  sama seperti pria. saya yakin kalau dia seorang pria, dia tidak akan dibilang raja wanita terkejam tetapi dia akan dipuja sebagai seorang raja yang berani. Jadi apakah kamu menghormati pemimpinmu hanya karena dia pria? atau dia emang mampu?

4 thoughts on “Pemimpin wanita, bisakah?

  1. like wat u’ve written. btw wu zetian was a concubine of the emperor’s father, n she was sent to the temple aft her 1st husband died. Subsequently, forgot what she did to get herself back to the palace, pretty impressive.

  2. she is a really a controversial woman. She was the emperor’s father fifth rank concubine so very low. whether this was a case of incest, no one knew. it was empress Wang who got her back to the palace because of her jealousy of another empress’ concubine. a very bad move.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *