Flying without wings

Posted on

Salah satu kepuasan dalam hidup yaitu mencoba hal yang kita takutkan. Kemarin saya beruntung dikasih kesempatan untuk itu. Saya dan seorang guru baru di ketinggian dua meter. Saat naik tangga, satu hal terlintas yaitu saya kalau jatuh saat ini, saya akan lumpuh atau mati. Saya pegang erat tangganya dan saya naik pelan-pelan. Pandangan saya ke atas karena saya tau kalau melihat ke bawah maka makin resah hatiku. Sampai di atas itu, saya tetap berpegangan saat petugasnya memasang sabuk pengaman milikku dan mengaitkannya ke sabuk lain. Di atas itu, pemandangannya indah sekali. Tetapi hati yang resah tetap tidak bisa diam seakan bertemu cinta pertama.saat guru lain naik, kami mulai mempersiapkan diri. Saya yang menghitung. .. satu. .. dua dan tiga yang tak kunjung tiba. Saya yakin petugas itu dapat mendengar detakan jantung kami. Ulang lagi, satu…dua…tiga dan kami melompat, mataku tertutup untuk lima detik pertama dan saya terbang dengan kecepatan cepat. Satu jam yang lalu, saya seorang yang takut ketinggian, saya masih takut ketinggian tetapi saya sudah tau kalau ada keinginan, maka gedung bertingkat tiga juga bisa kuatasi.

One thought on “Flying without wings

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *