SAW returns

Posted on

  Banyak diantara kita sudah pernah mengunjungi dokter gigi setidaknya sekali sepanjang hidup, ada juga pengunjung yang   melapor setiap pergantian bulan di kalender. Pengalaman mengunjungi seorang dokter gigi bisa merupakan pengalaman yang menyeramkan, seperti di film SAW. Ini disebabkan oleh alat-alat bangunan yang dipakai, yang nyaring dan seram suaranya. Kadang hanya suara salah satu alatnya saja cukup membuat kaki lemah.

Aku salah satu pengunjung beruntung Dr S di mana dia berkesempatan untuk menyiksaku. Saat dia menemukan dua lubang kecil di gigi, dia seakan-akan menemui harta karun seorang dokter penyiksa, diriku diberikan dua pilihan berikut; membiarkan lubang itu membesar dan terisi cacing-cacing yang merayap keluar atau menutup dengan bahan liat hasil dari kapur, air, tanah, dan lain-lain yang digiling menjadi satu ditambah suara mesin-mesin yang bekerja. Antara tanah liat dan lubang bercacing, sepertinya tanah liat tidak seseram lubang bercacing tetapi jika kamu memilih pilihan yang sama denganku, itu sebenarnya lebih mengerikan lagi.Saat kamu berbaring menatap ke atas, kamu disinari lampu yang kuat sampai matamu tidak bisa lagi melihat, mulutmu dipaksa buka dengan alat-alat yang tidak masuk akal dan pertama kali kamu temui, jarum hook yang bernari-nari di atas parit gigi dan mengorek isinya untuk keluar, mesin drill berputar-putar membuat lubang di tempat yang tidak bisa kamu lihat, obat bius yang disuntikkan dan menimbulkan rasa ngilu dan ngeri di antara gusi dan tulang, terakhir tentu saja darah yang keluar hasil kerjaan dokter ini.

Ada yang bilang pengalaman mereka dengan dokter giginya sungguh baik, tentu saja , setelah sekian waktu penyiksaan, terpuaskan dokter ini dengan rasa takut, ngeri dan ngilumu. Semua rasa yang ada berfungsi sebagai baterei untuk meneruskan hidupnya. Pantas saja dokter gigi selalu tersenyum, mereka bukan ingin memamerkan giginya yang putih dan rapi tetapi karena pengalaman mereka setiap hari yaitu menyentuh rasa takutnya manusia.

Pengalaman aku dengan dokter gigi benar-benar tidak pernah indah, karena saya seorang penakut di mana saya memasang muka tegar supaya tidak ada yang tau, tetapi di depan dokter gigi, saya berubah menjadi anak tersesat di hutan gelap dan malam, suara serigala dan hewan buas di bawah sinar bulan.

Paling menakutkan dari semua pengalaman di atas tidak yaitu tagihan yang kamu terima saat membayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *