Aftershock (唐山大地震 – Tang shan da di zhen)

Posted on

Saya merasa tidak bisa untuk tidak menulis review tentang film yang baru saja kutonton di televisi acara world movies. Saya tau film ini tentang fakta gempa bumi yang terjadi pada tahun 70an di sebuah daerah di Cina yang bernama Tang Shan (唐山). Cuma tidak sangka begitu kuat message dari film ini.

Karena gempa ini terjadi sebelum saya lahir, saya hampir pernah tau mengenai ini sama sekali. Berbeda dengan gempa bumi yang terjadi pada tahun 2008 di Sichuan dan 2011 di Yunnan, di mana saya mengikuti berita tentang dua kota tersebut. Akan tetapi, yang diceritakan film ini tentang fakta gempa cuma beberapa saat saja, tetapi efek dari gempa ini ke orang-orang yang mengalaminya yang akan membuatmu kaget. 23 menit gempa di Tang Shan berlangsung tetapi efeknya itu seumur hidup dan untuk sebuah keluarga yang lebih tepat 32 tahun.

Yuan ni, seorang ibu yang kehilangan suaminya saat gempa bumi ini dan kemudian dipaksa untuk memilih antara dua anak kembarnya yang tertimpa dibawah gedung. Cuma satu di antara mereka yang bisa hidup. Sebuah pilihan yang saya yakin semua ibu di dunia tidak bisa dan ingin melakukannya. Dia terakhir memilih anak cowonya.

Yang Yuan tidak tau, anak cewenya tidak meninggal dan kemudian diadopsi oleh pasukan militer cultural revolution. Dia menderita amnesia kemudian saat ingatannya kembali, dia tidak pernah melupakan kata-kata mamanya “tolong yang cowo” sehingga membuatnya membenci ibu kandungnya dan tidak pernah mencoba untuk menghubungi ibu kandungnya.

Yuan selalu dipenuhi rasa menyesal dan berdosa karena pilihannya yang harus membunuh anak cewenya, membuat dia tidak bisa menikmati hidup enak karena ke mana pun dia pergi, hatinya sudah tidak lagi bersatu. hatinya telah hangus bersama dengan kematian suami dan anaknya. Dia menolak dibeliin rumah bagus dan baru oleh anak cowonya, menolak menikah lagi karena suaminya mengorbankan hidupnya untuk melindunginya dan bahkan menolak hidup dibiayai anaknya, tetap bekerja sampai tua.

32 tahun kemudian karena gempa di Sichuan, Yuan dan anak cewenya bertemu kembali dan semua derita, emosi, sedih, takut dan rasa berdosa kembali muncul dan barulah anak cewe ini  mengerti perasaan seorang ibu dan deritanya membuat pilihan hidup ini. Untuk lebih detail, tontonlah film ini. dijamin tidak menyesal.

Highly recommended 

Juga poster yang saya pasang di atas, begitu kuat terutama slogannya “23秒, 32 年“ – 23 menit, 32 tahun. Hanyalah orang yang pernah mengalami kehilangan dan pilihan seperti di atas baru benar-benar bisa mengerti rasanya. Jadi cintailah ibumu karena cinta mereka kepada kita benar di luar jangkauan dan pemikiran kita.

Juga saat kamu membaca ini saya ingin kalian mendoakan dengan cara kalian sendiri untuk keluarga-keluarga yang pernah mengalami bencana seperti di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *